Activity

  • Poulsen Espersen posted an update 6 days, 9 hours ago

    Kevalidan media dapat dilihat dari hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media.Media big book memiliki kelayakan yang baik untuk digunakan dalam pembelajaran membaca permulaan anak kelompok B dengan perolehan ratarata persentase, berdasarkan validasi media oleh dua orang ahli.Pada tahap pengembangan, ratarata persentase sejumlah. Pada tahap pengembangan, aktivitas guru dalam pembelajaran memperoleh persentase. Adapun salah satu tahapannya yaitu melalui tahap validasi oleh para ahli.Validsi tersebut dilakukan sell Acrivastine kepada satu dosen ahli, satu guru kelas II A, dan siswa kelas II A.Hasil validasi yang didapatkan yaitu dengan skor ratarata, dengan kategori sangat baik.Media buku cerita bergambar yang dihasilkan penulis diharapkan dapat mengembangkan karakter anak usia dini dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran kedepannya dapat membuat anak mengrti dengan materi cerita yang dibacakan dan diajarkan berdasarkan judul diatas., No. Sutarjo Adisusilo, Pembelajaran Nilai Karakter Titin Diah Soelistyarini, Cerita Anak dan Pembentukan Karakter, Universitas Airlangga, UndangUndang Republik Indonesia Nomor Tahun, Tentang Sistem Pendidikan Nasional, UsepKustiawan, Pengembangan Media Pembelajaran Anak Usia Dini, h. Penelitian Pendidik an Jenis Metode dan Prosedur Yus Anita, Model Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta, Kencana Prenada Media Group, Yudhi Munandhi, Media Pembelajaran Jakarta, Referensi, Atas bantuan dan ketulusan hati dari semua pihak maka skripsi yang berjudul PEMIKIRAN ASYSYEIKH ABDULLAH BIN HUSAIN BIN THOHIR TENTANG PENDIDIKAN TAUHID, ini dapat terwujud.Pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada yang terhormat. Penulis ix menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan skripsi ini.Berikut pengertian dan penjelasan penegasan tersebut. Hanya amal yang dilandasi dengan tauhidlah, menurut tuntunan agama islam, yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti.Titik awal kehancuran manusia itu diakibatkan dengan adanya penyimpangan tauhid.Rasulullah saw semasa hidupnya telah mendidikkan sikap dan watak bertauhid ini dengan memberikan contoh teladan kepada para sahabat beliau di dalam kehidupan seharihari.Bahwa pendidkan tauhid itu sangatlah penting untuk menjadi dasar ilmu sehingga dapat menunjang kehidupan agama. Dan juga mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya.Bagi umat muslim yang lemah imannya, tentu akan sangat mudah terpengaruh oleh paham baru yang menyesatkan tersebut.Segala bentuk kepribadian beliau terkhusus di bidang ibadah merupakan sumber rujukan bagi setiap muslim.Manakala keimanan ini sudah terbangun dengan baik, maka keimanankeimanan yang lainnya akan mengikuti.Pendidikan merupakan suatu proses pengembangan potensi manusia.Di zaman yang selalu mengalami perubahan sosial seperti ini seorang muslim sangat penting untuk mempelajari mengenai tauhid karena seringkali menjadi problem yang sangat serius di kalangan masyarakat.Prinsip dan landasan tersebut dinamakan aqidah tauhid.Prinsip dan landasan inilah yang seharusnya mendasari sikap dan pola pikir umat muslim.Islam telah mampu memperbaiki aqidah masyarakat yang menyembah berhala kepada agama tauhid.Jadi dari permasalahan yang telah dibahas, maka tujuan peneliti dalam meneliti maalah ini adalah a.Berupa bukubuku, catatancatatan, makalahmakalah, jurnal, buletin penelitian, tesis, disertasi, dan lainlain.Moleong, penelitian kualitatif ini memusatkan perhatian pada prinsipprinsip umum yang mendaasarkan pada perwujudan dengan gejalagejala yang ada dalam kehidupan manusia.Penelitian kualitatif juga dapat dipandang sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yaitu berupa katakata yang tertulis atau lisan dari orangorang dan perilaku yang dapat diamati, sesuai dengan pemahaman di inprestasi peneliti.Sukmadinata mengatakan, selain deskriptif penelitian kualitatif dimaksudkan pula untuk mendapatkan data yang bersifat eksplansif yaitu memberikan eksplansif tentang hubungan peristiwa dengan makna terutama menurut persepsi partisipan.