Activity

  • Bendixen Le posted an update 6 months ago

    SariAgri – Hama merupakan organisme yang keberadaannya dapat mengganggu, menghambat atau bahkan membuat terjadinya penurunan hasil dari tanaman pertanian. Salah satu hama yang keberadaannya sangat mengkhawatirkan petani padi yaitu hama wereng coklat.

    Hama wereng coklat merupakan hama jenis serangga yang menghisap cairan tanaman. Memiliki tubuh berwarna kecokelatan dengan panjang tubuh antara 2 hingga 4,4 mm. Serangan hama ini akan menyebabkan kerusakan tanaman hingga gagal panen. Nah, Sobat Agri ingin tahu pemicu tanaman padi dapat terserang hama wereng cokelat?

    Ini 6 pemicu tanaman padi dapat terserang hama wereng coklat, seperti dikutip oleh SariAgri dari kanal Youtube Penyuluh Pertanian Lapang.

    1. Perubahan Iklim Global

    Perubahan iklim global dapat mempengaruhi sikap hama terhadap tanaman padi. Misalnya saat curah hujan tinggi di areal pertanaman, maka kondisi ini akan memicu berkembangnya hama wereng.

    Maka dari itu, kamu perlu untuk melakukan pengamatan secara berkala pada lahan pertanian.

    2. Penanaman Tidak Serempak

    Menanam varietas yang berbeda menjadi pemicu yang paling utama dari berkembangnya hama wereng coklat. Kebanyakan petani menanam varietas yang berbeda-beda karena faktor pasar, misal harga varietas tertentu dianggap lebih menguntungkan. Selain itu faktor konsumsi pribadi. Artinya rasa nasi dari varietas tertentu lebih disukai.

    Bila sudah terlanjur menanam tidak serempak, maka penting untuk melakukan monitoring atau pengamatan, baik keberaadaan hama wereng itu sendiri maupun musuh alaminya.

    3. Penggunaan Insektisida Berlebih

    Penggunaan insektisida yang berlebihan bahkan melewati dosis anjuran akan memicu hama wereng lebih resisten atau kebal. Untuk mengatur dosis yang tepat, maka bisa menggunakan suntikan.

    4. Resurjensi

    Resurjensi adalah ledakan suatu populasi akibat musuh alami mati karena penggunaan insektisida yang melebihi batas anjuran. Maka dari itu, kamu harus bijak dalam menggunakan dosis pestisida.

    Diperlukan keakuratan dalam mengatur dosis pestisida. Untuk pestisida berbahan cair, maka bisa menggunakan suntikan untuk mengatur dosis. Sedangkan pestisida berbentuk butiran bisa menggunakan timbangan.

    5. Menyemprot dengan Banyak Campuran

    Jangan terlalu mencampur banyak campuran pembasmi hama karena akan terjadi ketidak kompatibelan formulasi. Hal ini ditandai dengan adanya gumpalan, endapan, perubahan warna dan perubahan suhu pada larutan campuran.

    media penyuluhan pertanian Terlalu banyak campuran pembasmi hama akan menyebabkan tanaman rusak, gosong, kering hingga mati.

    6. Pemberian Pupuk Nitrogen Berlebih

    Pemberian pupuk nitrogen berlebih akan menyebabkan serangan hama wereng coklat juga tinggi. Sehingga padi akan lebih rentan terhadap serangga hama.